Warga Besipae Kehujanan Usai Digusur Pemprov NTT

HALAMAN8.COM // SOE // TTS-
Persoalan lahan peternakan di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan, rupanya akan terus berkepanjangan. Bagaimana tidak, rumah seng berdinding bebak ukuran 5×7 yang sebelumnya dibangun oleh Pemprov NTT pada tahun 2020 lalu, kembali digusur pada Kamis 20/10/2022.

awalnya penggusuran itu sempat dihalangi oleh warga setempat namun Pemprov NTT melalui Badan Aset Provinsi NTT dikawal ketat oleh aparat keamanan Brimob dan Polisi bersama beberapa anggota TNI yang juga ikut memantau sehingga penggusuran tetap dilakukan.

saat itu pula warga mempersilahkan Pemprov NTT untuk menggusur,namun demikian warga pun tetap bersih keras bahwa pemerintah silhkan menggusur tetapi warga akan tetap tinggal di kawasan Besipae. Pasalnya Pemprov NTT hingga saat ini tidak bisa membuktikan kepemilikan lahan di Besipae.

Nampak Foto Masyarakat Kehujanan Usai Digusur

Dikatakan salah satu warga Niko Manao bahwa,mereka hanya menginginkan Pemprov NTT menunjukan batas lahan yang dimiliki oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT.sehingga┬á jika Pemprov NTT menunjukan batas lahan yang dimiliki maka tanpa digusur Ia akan dengan inisiatifnya keluar dari kawasan Besipae. “Kenapa Pemprov NTT tidak bisa tunjuk batas-batas, kok hanya tunjuk batas saja tidak bisa ini ada apa,” tanya Niko.

Terpantau,barang-barang warga yang hendak di gusur sebelumnya dikeluarkan oleh pemprov NTT.sehingga sekitar pukul 16.00 pemprov berhasil menggusur 7 buah rumah.Namun sekitar pukul 16 : 11 terjadilah curah hujan sehingga warga yang di gusur beserta anak-anak kecil itu basah ditimpa hujan lantas tidak ada tempat untuk berlindung.

Nampak foto anak-anak kecil yang kehujanan

Tak tega melihat anak-anak kecil beserta berang-barang warga itu basah ditimpa air hujan, beberapa orang tua sempat menangis dan meminta tolong dengan menyebut-nyebut nama Presiden RI.
“Pak presiden tolong kami, tolong perhatikan kami, kami ini warga Indonesia kenapa kami dibuat seperti ini” Ujar Daud dalam pantauan wartawan.

Demikian hal tersebut wartawan mencoba mengkonfirmasi
Kepala Aset Provinsi NTT, Alex Lumba namun Alex mengatakan,akan berkomentar setelah proses penggusuran.

Penulis Ardi S
Editor Rhey N

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar