Update Data Rabies Di TTS Meningkat, Belum Ada Pasien Yang Sembuh

halaman8.com – SoE – TTS

Virus Rabies yang menyerang kabupaten Timor Tengah Selatan semakin meningkat hingga saat ini belum ada pasien yang dinyatakan sembuh .

Berikut ini Data Monitoring Harian KLB Rabies Kabupaten Timor Tengah Selatan Per tanggal 1 Juni 2023 yang diterima media ini dari Diskominfo kabupaten TTS. antara lain :

JUMLAH KECAMATAN DILAPORKAN ADA KASUS GIGITAN ANJING 11

 

JUMLAH KECAMATAN DILAKUKAN PENJARINGAN KASUS 11

 

JUMLAH DESA DILAPORKAN ADA KASUS GIGITAN ANJING 28

 

JUMLAH DESA DILAKUKAN PENJARINGAN KASUS 28

 

JUMLAH TOTAL KASUS/ORANG DILAPORKAN DIGIGIT ANJING 107

 

JUMLAH KASUS/ORANG DILAPORKAN DIGIGIT ANJING HARI INI (BARU) 35

 

JUMLAH KASUS/ORANG TELAH DITEMUKAN ADA GEJALA RABIES 13

 

JUMLAH KASUS/ORANG DITRAWAT JALAN 105

 

JUMLAH KASUS/ORANG DIRUJUK 1

 

JUMLAH KASUS/ORANG MENDAPATKAN PELAYANAN VAKSINASI ANTI RABIES (VAR) DOSIS PERTAMA 22 22

 

JUMLAH KASUS/ORANG MENDAPATKAN PELAYANAN VAKSINASI ANTI RABIES (VAR) DOSIS AKHIR

 

JUMLAH KASUS/ORANG DINYATAKAN SEMBUH DARI RABIES 0

 

JUMLAH KASUS/ORANG MENINGGAL YANG DIDUGA AKIBAT RABIES 1

 

SUMBER DATA: DINAS KESEHATAN KAB. TTS

Update Data Terbaru Dinkes TTS

diberitakan sebelumnya : Nusa Tenggara Timur ( NTT) Khusunya kabupaten Timor Tengah Selatan yang saat ini Viral dan menjadi perhatian publik, akibat penyakit Rabies yang menimpa 20 orang hingga saat ini di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan 1 orang pria berusia 45 Tahun meninggal dunia.

Perlu diketahui bahwa rabies atau yang dikenal dengan istilah “penyakit anjing gila” disebabkan oleh virus yang umumnya ditularkan dari anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun ada beberapa hewan juga bisa menularkan virus rabies rabies seperti dikutip pada laman www.alodokter.com antara lain:Anjing,Kucing,Monyet,Kelelawar,Musang,Sapi,Kambing,Kuda,Kelinci,Berang-berang,Rubah,Rakun,Sigung.

Penyebab Rabies

Rabies disebabkan oleh virus yang umumnya ditularkan dari anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Selain anjing, hewan yang juga dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia antara lain kera, kucing, musang, dan kelinci.

Pada kasus yang jarang terjadi, penularan virus rabies juga dapat terjadi dari manusia ke manusia, melalui transplantasi organ.

Rabies disebabkan oleh virus Lyssavirus dari golongan Rhabdoviridae. Virus ini umumnya masuk ke tubuh manusia melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies. Jilatan hewan yang terinfeksi ke mulut, mata, atau luka terbuka, juga bisa menjadi cara penularan virus rabies dari hewan ke manusia.

Saat sudah memasuki tubuh, virus rabies dapat masuk ke otak melalui sel saraf, kemudian menggandakan diri dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang.

Penting untuk diingat, virus rabies yang sudah menyerang otak dapat membuat kondisi pasien memburuk dan mengalami kematian dengan cepat. Penyebaran virus ke otak dapat terjadi lebih cepat jika pasien mengalami gigitan atau cakaran di area leher atau kepala.

Atas kejadian tersebut Kapolsek Amanatun Selatan Iptu I Dewa Gede Putra Wijayana, Polres Timor Tengah Selatan seperti dilansir pada antaranet.com mengimbau pembatasan impor hewan dari luar baik anjing dan kucing dan mengimbau masyarakat yang memiliki anjing dan kucing yang agresif agar dimusnahkan dan dikubur.(Rey)

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar