Terkait Paud Nunoni Ini Kata Kadis PK dan Ketua Komisi IV DPRD TTS

SoE,halaman8.com

Kepala Dinas PK kabupaten TTS Dominggus Banunaek, S.E., M.Si.,akhirnya Buka suara terkait Paud  Nunoni yang baru saja di angkat beberapa hari yang lalu bahwa paud tersebut tidak berfungsi atau gagal dikelola oleh Agustinus Benu.

Kepada redaksi saat ditemui di taman Bu’at SoE selasa, (24 Mei 2022 ) usai pelantikan sekda TTS. Kepala Dinas PK kabupaten Timor Tengah Selatan Dominggus Banunaek saat dikonfirmasi, dirinya membenarkan hal tersebut bahwa sudah ada informasi yang diperoleh juga, dan Dinas sudah panggil Agustinus Benu selaku pengelola Paud Nunoni untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Sesuai informasi yang dihimpun bahwa Dinas juga sudah menyiapkan tim untuk segera turun ke lapangan agar mengumpulkan data-data untuk memastikan langsung, setelah itu maka akan ada panggilan selanjutnya.
Menurut Kadis bahwa apabila tim ke lapangan dan memastikan bahwa benar Paud Nunoni maka akan ada sanksi”kita sudah panggil untuk minta keterangan dan kita juga sudah siapkan tim untuk turun ke lapangan dan memastikan hal tersebut, dan kalau benar maka yang bersangkutan harus diberi sanksi” Cetus Kadis.

Ditambahkan kadis bahwa untuk saat ini tim yang disiapkan juga akan mengelilingi kabupaten TTS untuk mengontrol Paud-Paud, dan apabila ditemukan Paud yang tidak berjalan maka dinas sendiri akan mencabut izin tersebut.

Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD TTS Piterzius I. Kefi, ST saat ditemui di ruang kerjanya untuk dimintai komentar, dirinya langsung menghubungi dinas PK untuk mempertanyakan hal tersebut, namun saat di konfirmasi maka kadis PK mengatakan sudah memanggil yang bersangkutan, sehingga Ketua komisi dalam komentarnya bahwa selaku Komisi yang membidangi pendidikan Pihaknya mempercayakan kepada dinas PK untuk mengumpulkan data-data terlebih dahulu, sehingga langkah selanjutnya pihak DPRD melalui Komisi IV akan memanggil juga yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.”sebagai mitra yang baik kita percayakan ke dinas untuk mengurus, dan sesuai apa yang disampaikan kadis PK bahwa apabila tim memastikan hal tersebut di lapangan dan apabila kalau ada yang tidak betul maka kita dari DPRD komisi IV juga akan panggil yang bersangkutan”ujar ketua komisi IV.

Disaat yang sama wartawan langsung menghubungi Agustinus Benu melalui sambungan watshAp  untuk memastikan, pihaknya juga langsung membenarkan hal tersebut bahwa benar Dari dinas sudah panggil untuk memberikan klarifikasi.

Diberitakan Sebelumnya :  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nunoni yang dikelolah oleh Agustinus Benu, S.Pd terhitung tiga tahun tidak ada proses belajar mengajar.

Proses belajar mengajar dan aktivitas lain tidak berjalan namun Dana dari Dinas selalu mengalir masuk, seperti apa LPJ ketika tidak ada satu kegiatan pun yang nampak.

Demikian disampaikan oleh Tokoh Pemuda Desa Meusin Aprianus Yunus Benu menilai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nunoni mubasir. Jumat, 20/05/2022
“Saya harapkan Dinas terkait untuk melihat kembali PAUD tersebut karena ini akan menyesatkan generasi bangsa kemudian diduga bahwa Ijazah yang dicetak setiap tahun juga palsu. Anehnya tiga tahun tidak beraktivitas namun Dana dari Dinas terus dicairkan.” Ujarnya.

Lanjutnya, Guru ada untuk mencerdaskan bangsa, faktanya tempat untuk belajar tidak jelas, yang dengan jelasnya semua ini rekayasa.

Salah satu pengajar Paud Nunoni Sesti Dewi Benu Menjelaskan bahwa “Saya masuk mengajar 2019 dan waktu itu kami rapat bersama dan keputusan bersama kalau setiap bulan digaji 200.000,tapi kami tidak pernah dapat gaji alasan kami tidak ada SK. Karena yang dapat SK itu hanya Yusmina Benu dan Henderina Sae yang istrinya pengelolah Agus Benu itu. Dan mulai itu juga Paud tidak berjalan lagi sampai sekarang.” Ujarnya.

Lanjutnya, yang juga guru pengajar itu bahwa” Waktu pengelolah belum pindah juga Paud tidak berjalan dan herannya lagi sekiter dua minggu lalu mereka atau pengelolah minta salah satu orang tua atas nama Fince Sila uang 30.000 dengan alasan untuk mencetak ijazah buat anaknya bernama Selfi Tanaem, sedangkan itu anak sudah masuk SD (Sekolah Dasar).

Kepala Desa Meusin, Kecamatan Boking Kabupaten TTS, Paulus Silla Menyatakan bahwa “saya merasa tindakan itu memang merugikan anak-anak disini karena sejak Paud tidak aktif lagi anak-anak harus jalan sampai di Aiboni yang kurang lebih sekitar 7 sampai 8 KM. Sedangkan anak-anak yang lainnya tidak mau untuk Paud atau TK dan langsung masuk SD saja karena jarak yang begitu jauh.” Ujarnya.

Pengelolah PAUD Nunoni atas nama Agustinus Benu, S.Pd yang ditemui media ini di depan PAUD namun bersangkutan tidak berkomentar. Diketahui juga Agus Benu adalah salah satu bakal calon Kepala Desa

Masyarakat setempat merasa kecewa dengan pengelolah Agustinus Benu yang juga salah Satu Bakal Calon Desa Fatu Manufui itu. (Redaksi)

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar