Progres Kerja Jalan Fatumnutu-Bonleu 30 Persen,Jangan Sampai Berawal Di Polisi Berakhir Juga Di Polisi

HALAMAN8.COM // SOE // TTS-

Pekerjaan Ruas Jalan Fatumnutu-Bonleu kini di sorot habis-habisan oleh komisi III DPRD TTS, lantaran progres kerja hingga saat ini masih berada pada 2 persen.

Lorens Jehau,anggota Komisi III DPRD TTS  secara tegas kepada kontraktor, mengatakan pekerjaan ruas jalan Fatumnutu-Bonleu itu sudah terlambat. karena,hingga saat ini sekmen satu masih berada pada 30 persen, sedangkan sekmen dua masih 2 persen, padahal sesuai kontrak 15 November 2022.
“saya ingatkan kepada pak Randy selaku direktur PT. GGJ dan juga dinas, jangan sampai pekerjaan jalan Bonleu ini, berawal di polisi berakhir juga di polisi”, Tegas Lorens saat rapat  klarifikasi bersama dinas PUPR dan direktur PT. GGJ,di ruang sidang komisi III DPRD TTS.

Untuk itu, pekerjaan ruas jalan Fatumnutu-Bonleu saat ini pihat PT. Harus ada penambahan alat dan anggota pekerja. “jadi saat ini Pak Randy harus tambah tenaga dan alat.dan kalau bisa, mereka harus kerja 3 siff sehingga pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu.

Dapati Progres Kerja Tidak Betul,Komisi III DPRD TTS Soroti CV Yang Bekerja

Terpantau, rapat klarifikasi itu dipimpin langsung Ketua Komisi, Dr.Marthen Tualaka, S.H, M.Si didampingi wakil Ketua Komisi III,Sefriths Na’u bersama anggota ,Viktor Soinbala dan Lorens Jehau. dan dihadiri Direktur PT GGJ,Randi Mesakh dan Sekretaris Dinas PUPR Ferdi Timo beserta pengawas dinas PUPR.

Masih terpantau, tampaknya ketua dan anggota Komisi menyorot habis-habisan pekerjaan jalan Fatumnutu-Bonle’u yang saat ini progres nya masih 30 persen.

Dikatakan ketua Komisi III DPRD TTS, Dr. Marten Tualaka,S.H., M. Si bahwa, sesuai regulatif yang ada pekerjaan inj sudah terlambat, karena pekerjaan ini sudah bermulai dari bulan Mei, usai direktur PT. menandatangani kontrak, tetapi hingga saat ini pekerjaan masih 30 persen.”artinya bahwa pekerjaan ini terlambat ” Jelas Marten.

Oleh karena ketua komisi mengingatkan kepada PT untuk memberi perhatian yang ekstra kepada pekerjaan jalan Fatumnutu-Bonleu.mengungat, pekerjaan itu menjadi perhatian publik di mana pekerjaan jalan itu berawal dari perjuangan DPRD hingga menggunakan Hak angket. selain itu juga ada dana hibah dari provinsi NTT.

Angket DPRD TTS Di Klaim Berhasil, Benarkah??

Pada kesempatan tersebut Wakil Ketua Komisi III Sefriths Na’u mengingatkan, proses penganggaran jalan Bonle’u juga memiliki proses yang panjang, dimana DPRD sendiri sampai menggunakan hak angket baru anggaran bisa lolos. Karena itu dirinya berharap rekanan segera selesaikan pekerjaan jalan untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kawal Sampai Final,Jangan Memperkosa Komitmen Demi Masyarakat TTS
Sefriths juga telah memberi beberapa catatan yakni menambah tenaga pekerja dan peralatan agar mengejar batas waktu sesuai dengan kontrak.“Kita dapati kualitas saluran rendah,
Sertu kita ragukan juga sehingga harus lakukan pemadatan dengan bagus”,ujarnya.

Sefrit bahkan minta dinas harus bertanggung jawab karena dirinya menilai pengawasan lemah baik dari dinas maupun pihak rekanan.“Dinas tidak jujur dengan komisi III soal progres pekerjaan jalan. Ingat pekerjaan jalan Fatumnutu – Bonle’u jadi perhatian publik.

Gubernur NTT Mengajak Bupati Untuk Berani Melakukan Pinjaman Demi Rakyat

Selain itu,Viktor Soinbala secara tegas mengatakan, pihak rekanan dalam hal ini PT GGJ tidak serius dan terkesan main main  dalam pekerjaan ruas jalan Fatumnutu-Bonle’u.
“Saya duga ada orang partai di belakang pihak rekanan, ini catatan merah untuk rekanan”,tegas Viktor.

Diberitakan sebelumnya :Komisi III DPRD TTS menyoroti progres kerja ruas jalan fatumnutu – bonleu yang dikerjakan oleh dua CV,yakni CV Busalangga dan CV Asto. karena sesuai pengamatan komisi III DPRR TTS itu tidak betul.

tepatnya pada Selasa (8/11) Komisi III DPRD TTS,yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi III DPRD TTS,Marten Tualaka, SH., M. Si dan wakil ketua Sefrid Nau bersama anggota,Askenas Afi,Diksi Letuna,Jean Neonufa, Matheos Lakapu,Viktor Soinbala, Laurens Jehau, Roby Faot. melakukan kunjungan kerja (Kunker) untuk memantau pembangunan jalan hotmix Fatumnutu-Bonleu.

Di sana, Komisi III DPRD TTS, mendapati progres kerja yang tidak sesuai dengan tahapan kerja. Untuk itu, Komisi III DPRD TTS, pesimis jika pembangunan jalan Fatumnutu-Bonleu, yang didanai dari dua sumber anggaran, yakni APBD II dan juga dana hibah dari Provinsi NTT itu, dituntaskan sesuai dengan kontrak kerja yang ditetapkan.

Penulis : Rhey Natonis

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar