Pemda TTS Optimis Menurunkan Angka Stunting Hingga Tahun 2024

HALAMAN8.COM // SOE // TTS-

Usai menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Stunting Di Provinsi NTT bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat,Pemda TTS Optimis Menurunkan Angka Stunting Hingga Tahun 2024 bisa mencapai 10 persen.

Demikian dikatakan Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun,ST.,MM kepada media ini. saat menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Stunting Di Provinsi NTT bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada, Selasa,1 November 2022 Di Aula Mutis Kabupaten TTS.bahwa, Pemerintah Kabupaten TTS juga terus bekerja keras dalam penanganan stunting. “Saat ini kami juga sedang gencar pada program TJPS untuk dapat menyuplai makanan yang memadai bagi orang tua dan khususnya anak-anak yang mengalami stunding,” ungkap Bupati TTS.

Terpisah saat diwawancarai halaman8.com Bupati Epy Tahun, berterimakasih kepada Gubernur NTT yang telah melakukan kegiatan ini di SoE,Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Menurutnya, pemerintah kabupaten Timor Tengah Selatan, optimis untuk menurunkan angka stunting hingga tahun 2024 bisa mencapai 10 persen,dimana tahun ini sendiri kabupaten TTS telah menurunkan angka stunting turun mencapai 1,5 persen atau kurang lebih sekitar 1300.

Bupati TTS juga menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten TTS sendiri saat ini kekurangan tenaga gizi dan alat ukur,dimana untuk alat ukur sendiri Pemda TTS sempat meminjam dari kabupaten Kupang dan Malaka, sehingga Ia berharap agar tahun ini alat sudah bisa cukup.

Bupati juga berpesan untuk masyarakat TTS harus mendukung program ini dengan star dari ketersediaan pangan, karena kalau pangan kita baik maka anak sendiri akan mendapat asupan yang baik. sehingga,pemerintah juga akan memastikan ketersediaan pangan masyarakat, agar jangan sia-sia pemerintah membicarakan stunting di kabupaten TTS.

“Target kita 2024 tetapi kalau tahun 2023 sudah mulai turun maka akan jauh lebih bagus lagi,yang penting kita perhatikan lebih lebih dulu pangan masyarakat, karena kalau ketersediaan pangan yang cukup maka dengan sendirinya angka stunting juga akan ikut menurun”ujarnya.

Untuk diketahui, untuk sementara angka stunting di kabupaten TTS mencapai 28,3 persen.

sedangkan ,Gubernur Provinsi NTT, Viktor Laiskodat pada kesempatan itu mengingatkan,para bupati agar mengetahui secara baik budaya masyarakat setempat sehingga penanganan stunting dapat dilakukan dengan baik dan tepat sasaran.”Bupati-bupati setiap daerah harus tahu masalah setiap daerah itu pokoknya apa sehingga penanganannya betul-betul langsung menukik,” ucapnya.

Dirinya meminta agar para kepala daerah langsung terjun ke lapangan untuk berhadapan dengan realita dan tidak semata menunggu data dari kantor.”Dunia sekarang butuh orang yang bekerja secara nyata di lapangan,” tegasnya.

“Saya harapkan data yang ada menunjukan bahwa kita bekerja. Semua kita bekerja secara bersama-sama untuk pengentasan angka stunting,” imbuhnya.

Penulis Rhey Natonis

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar