Pemda TTS Lambat Memberi Solusi Untuk Longsor Kolonakaf

HALAMAN8.COM – SOE – TTS

Hingga saat ini bencana longsor di Kolonakaf  Desa Napi, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang sudah terhitung 20 hari sejak kejadian pertama. Namun, Pemda TTS dinilai lambat dalam penanganan bencana tersebut.

Seperti dalam pantauan wartawan hingga saat ini pemda TTS baru saja melakukan kunjungan ke tempat kejadian beberapa kali saja dan membawa alat berat untuk memperbaiki jalan tersebut, namun hingga saat ini pekerjaan terhenti dan alat berat pun sudah tidak kerja lagi akibat hujan yang terus turun dan mengakibatkan kondisi longsor pun tetap bergerak.

Sehingga hingga saat ini masyarakat menilai pemda TTS sangat sangat lambat dan  belum ada jalan keluar untuk mengatasi longsor tersebut. Bahkan pemda TTS yang turun ke lokasi dan membawakan bantuan bagi sejumlah keluarga yang terdampak pun, dinilai tidak tepat sasaran. Karena, bantuan yang dibawakan oleh Pemda ke masyarakat sesuai pantauan wartawan terisi peralatan bayi ( Dot, Popok, Loyor, Bedak Baby dan lain sebagainya). hal itu membuat masyarakat kolonakaf tidak terima dan merasa terpojokan sehingga masyarakat pun mulai angkat bicara.

Seperti di utarakan beberapa warga kolonakaf, Ap Timo dan  Ute Nenobais bahwa mereka merasa tersudutkan dimana pemda hadir memberi bantuan tetapi bantuan tersebut merupakan bantuan untuk Bayi. Senada dikatakan ketua RT 09 Kolonakaf bahwa bantuan itu sangat di sayangkan, ” Sebelum mereka kasih bantuan saya kasih data ke kecamatan dan di dalam data-data tersebut tidak ada bayi, lalu kenapa pemda kasih bantuan begitu,sekalipun itu bantuan tanggap darurat tapi sebelumnya saya sudah kasih data” Ujarnya.

Lebih mirisnya lagi, saat wartawan media ini mengkonfirmasi hal tersebut kepala dinas Sosial , Nikson Nomleni mengatakan, ” Kemarin dong pu mata buta…
Kita bagi bantuan berdasarkan data yg dikasih oleh camat dan bantuan ini bersifat tanggap darurat, dan bantuan ini sifat mendasar, selain bantuan diatas juga ada tikar, terpal, akua, beras, sabun dll, seharusnya kalau kemarin keberatan tidak usah diambil, kemarin mereka sudah tanda tangan semua, artinya mereka setuju untuk terima
Kemarin waktu serahkan ada terima baik2 baru protes lai” Tulis kadis melalui pesan watshap yang diterima media ini.

Seorang nenek yang berusia 71 tahun, Elsina Nokas saat dikonfirmasi halaman8.com menjelaskan bahwa, untuk saat ini hanya bisa pasrah dengan keadaan yang sudah ada karena, tidak ada satu manusia yang bisa melawan dengan alam, namun kehadiran pemda dan membawakan bantuan bayi seolah-olah mengolok,”kami terima saja apa yang ada, karena ini bencana bukan Disengaja Kan,  karena alam jadi kita manusia tidak bisa melawan tapi kami kecewa dengan pemda yang datang bawa kasih kami peralatan bayi, apalagi saya ini tidak ada suami dan tidak ada anak. ” Ujar nenek Elsina Nokas 71 tahun yang merupakan korban longsor.

Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun, ST., MM saat dikonfirmasi media ini Senin (30 Januari 2023) menjelaskan bahwa, untuk persoalan sosial hingga masih menyelesaikan masalah sosial, dan untuk pekerjaan tersebut bantuan dari pemerintah sudah dalam bentuk paket jadi tinggal tunggu penyelesaian. Dan juga untuk bantuan tersebut bisa di ambil kembali oleh dinas dan dibuat dalam berita acara. (Rey)

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar