Motivasi Anggota SUFa, Ortu Amfoang Minta Pemuda Jangan Apatis Pada Organisasi dan Politik

Gregorius Baitanu, Kain Maus, dan Yosep Efi sebagai orang tua (Ortu) dan senior ikut terlibat memberi motivasi berorganisasi kepada sejumlah anggota baru Solidaritas Pemuda Amfoang (SUFa) pada Minggu (12/02/2022) malam.

Dalam diskusi yang digelar secara online menggunakan aplikasi google meet itu, mereka yang secara bergantian memberi motivasi itu kompak meminta pemuda Amfoang agar tidak apatis pada organisasi termasuk pada berbagai kegiatan politik.

Gregorius Baitanu yang lebih dulu memberi motivasi menyampaikan, menurutnya, sudah waktunya bagi para pemuda Amfoang untuk menjadi lebih bersemangat dari para orang tua sehingga anak-anak muda mesti belajar juga melalui organisasi.

“Sesuai pengamatan saya, kita orang Amfoang banyak ketinggalan informasi karena kita tidak terlalu aktif berorganisasi. Karena itu sebagai senior, saya ajak anak-anak muda untuk gabung di organisasi baik yang lokal seperti SUFa, organisasi keagamaan, juga yang nasional sehingga kita bisa belajar berdinamika, dan teknis berorganisasi.” ajak Baitanu.

Baitanu juga menyampaikan, selain mempelajari berbagai hal seperti pendidikan, kesehatan, dan hal lainnya, pemuda Amfoang juga mesti melibatkan diri dalam berbagai aktivitas politik sebab posisi tawar masyarakat untuk mendapatkan perhatian pembangunan dan perbaikan ekonomi juga bisa dibangun melalui politik.

“Sudah saatnya kita untuk berpolitik dengan serius. Karena lewat politik, kita bisa bargaining di ekonomi dan berbagai aspek lainnya. Kebetulan tahun 2024 ada momen politik. Saya apresiasi orang Amfoang luar biasa. Menjadi catatan saya, tahun 2024 hanya disediakan 5 kursi di DPRD Kabupaten Kupang untuk orang Amfoang. Kita manfaatkan dengan ikut memilih orang yang terbaik sehingga bisa perjuangkan banyak hal. Faktanya infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi masih butuh perhatian. Maka kita butuh kemampuan anggota DPRD yang pas untuk urus Amfoang.” kata Baitanu.

Baitanu menambahkan, aktivitas politik pemuda dan masyarakat Amfoang juga mesti diarahkan pada kepentingan untuk mewakilkan figur di lembaga DPRD Provinsi dan Pusat.

“Juga di Provinsi kita harus terlibat. Kita berpikir untuk di DPRD provinsi harus ada 2 kursi. Di nasional juga kita pikirkan.” kata Baitanu.

Baitanu yang saat ini menjabat Ketua Ikatan Keluarga Amfoang (IKA) juga menjelaskan, aktivitas politik yang mesti digeluti pemuda tidak hanya pada soal politik praktis. Pemuda, jelas Baitanu, melalui organisasi SUFa  harus bersama-sama dengan IKA, Lembaga Pemangku Adat (LPA) Amfoang, dan Panitia Pemekaran Amfoang jadi Daerah Otonom Baru (DOB) sering mendiskusikan persoalan-persoalan pembangunan di Amfoang untuk diaspirasikan kepada lembaga DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kupang.

“Ini juga cara berpolitik yang saya maksud. Kalau DPRD dan pemerintah tidak punya perhatian, kita diskusi untuk bawa aspirasi. Kita punya harapan, SUFa, Ika, panitia DOB, dan LPA bisa kolaborasi untuk bantu DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kupang agar punya perhatian lebih, bahkan ada perhatian khusus untuk wilayah Amfoang karena memang Amfoang diusulkan mau berdiri sendiri jadi sudah waktunya dipersiapkan dari sekarang. Jadi memang kerja dan lobi politik itu penting. Bukan hanya jadi anggota DPRD saja.” jelas Baitanu.

Bagi Baitanu, forum diskusi organisasi merupakan proses penting dalam berdiskusi dan memahami persoalan masyarakat untuk disampaikan kepada pemangku kepentingan sehingga di akhir motivasinya Baitanu mengharapkan agar forum-forum diskusi yang sudah dilakukan oleh SUFa harus terus berlanjut.

“Sesungguhnya kita harus selalu berdiskusi. Melalui diskusi seperti ini, kita bisa belajar banyak hal. Saya apresiasi, SUFa sudah mulai. Ada saatnya kita juga harus gelar seminar. Kita bisa undang pakar untuk diskusi bagaimana rubah wajah Amfoang dari sekarang.” tutup Baitanu.

Senada dengan Baitanu, Kain Maus juga mendorong pemuda Amfoang agar aktif melibatkan diri dalam berbagai kegiatan organisasi sehingga bisa belajar bersama dalam mengembangkan diri dan kemampuan untuk ikut terlibat dalam mengawal pembangunan di daerah.

“Sebagai kakak, sebagai orang tua, saya berterima kasih kepada adik-adik yang sudah menggabungkan diri dalam wadah SUFa untuk belajar bersama dan memiliki perhatian terhadap Amfoang. Saya aktif mengikuti postingan-postingan, diskusi-diskusi, dan pemberitaan yang ada, saya berterima kasih karena adik-adik berjalan sesuai dengan koridor aturan yang ada. Dinamika yang dibangun oleh SUFa saat ini sudah bagus, patut kita apresiasi.” ucap Maus.

Maus mengharapkan agar pemuda Amfoang juga ikut terlibat dalam aktivitas politik, baik politik praktis maupun dalam upaya mengawal dan memengaruhi kualitas praksis politik yang berlangsung sehingga berpihak pada kepentingan pembangunan di Amfoang.

Maus menyampaikan, sejumlah pemuda Amfoang yang terlibat dalam organisasi SUFa juga bekerja sebagai ASN sehingga dirinya mengharapkan agar anggota SUFa mengikuti koridor aturan ketika melaksanakan berbagai kegiatan organisasi dan politik sehingga tidak terjebak dalam aktivitas yang bertentangan dengan aturan-aturan yang ada.

“Asal ikut koridor aturan yang ada, pemuda Amfoang tidak usah takut terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan politik. Jangan pikir nanti kalau terlibat dalam politik, kita sudah tidak bisa masuk ke dunia kerja birokrasi atau eksekutif. Justru pemuda bisa mengembangkan diri lewat kegiatan-kegiatan seperti itu untuk terlibat dalam pembangunan di daerah.” kata Maus yang juga mencontohkan, dirinya juga pernah terlibat dalam organisasi politik sehingga pengalaman-pengalaman dan pembelajarannya di organisasi politik juga ikut membentuk dirinya sebelum masuk ke dunia birokrasi saat ini.

Sementara itu, Yosep Efi, salah satu orang tua Amfoang yang tidak bisa bergabung melalui aplikasi google meet karena terkendala teknis ikut memberi motivasi melalui pesan whatsApp-nya pada minggu (12/02/2023) malam kepada Noldi Kana, Ketua Bagian Organisasi, Media, dan Literasi yang menjadi moderator diskusi.

Efi berpesan agar para pengurus dan anggota SUFa selalu kompak dan saling bahu-membahu dalam membangun organisasi sebagai wadah untuk mengasah kemampuan SDM masing masing anggota dalam upaya untuk ikut serta berperan aktif sebagai kaum muda  generasi penerus dalam membangun bangsa khususnya di wilayah tercinta Amfoang.

Efi juga mengingatkan, semua pihak di Amfoang saat ini sementara mempersiapkan keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui bangku sekolah sehingga yang menjadi persoalan adalah ketersediaan lapangan kerja untuk menampung kaum muda yang sudah selesai menimba ilmu. Karena itu, Efi mengharapkan agar kaum muda yang sudah berilmu bisa berpikir untuk bersama-sama mencari ide dan solusi yang bisa memberikan peluang untuk menciptakan lapangan kerja sesuai berbagai disiplin ilmu yang dimiliki oleh generasi muda Amfoang di wilayah Amfoang.

Lebih lanjut Efi juga menyampaikan, sebagai salah satu personil Panitia Persiapan Pembentukan Calon Daerah Persiapan Kabupaten Amfoang, dirinya berharap agar kaum muda SUFa harus selalu aktif mengikuti setiap pertemuan dalam kegiatan-kegiatan kepanitian sehingga bisa bersama-sama mengetahui proses yang sementara berlangsung, serta ikut mencari solusi atas setiap persoalan yang dihadapi sehingga bersama panitia dan IKA serta LPA dapat menjadi obor yang memberikan pencerahan bagi masyarakat Amfoang.

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar