Lexi Tamonob Resmi Laporkan IF ke Bawaslu TTS

halaman8.com – SoE – TTS

Picsart 23 12 30 19 22 07 412
Sebuah insiden memprihatinkan terjadi di Kelurahan Oebesa, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang melibatkan pelanggaran terhadap alat peraga kampanye seorang calon anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai PKB, Alexander Tamonob,SH
Pada Selasa, 02 Januari 2024, pelaku pengrusakan baliho yang teridentifikasi dengan inisial I.F telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) TTS dengan nomor laporan 001/LP/PL/Kab/19.19/I/2024. Laporan diterima oleh staf Bawaslu TTS, Melan Yusuf Nomleni.
Pelapor, Alexander Tamonob,SH, menyerahkan bukti berupa foto baliho yang dirusak oleh pelaku, I.F. Kejadian ini sebelumnya telah menjadi sorotan media setelah I.F mengakui perbuatannya secara terbuka. I.F menyatakan bahwa aksi vandalisme tersebut dilakukan atas perintah AB dan beberapa temannya, dengan alasan baliho tersebut dipasang tanpa izin dari RT dan Om A.B.
Dikonfirmasi media ini Ketua Bawaslu TTS, Desi Nomleni, mengarahkan wartawan untuk mengunjungi kantor Bawaslu TTS keesokan harinya karena rencananya akan ada pembahasan bersama Gakkumdu.

1704172290678
Diberitakan sebelumnya : Sebuah insiden memprihatinkan terjadi di Kelurahan Oebesa, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Seorang calon anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alexander Tamonob dari Partai PKB, menjadi korban tindakan vandalisme pada baliho kampanyenya.
Pelaku dengan inisial I. F, seorang pengurus partai lokal di Kabupaten TTS, mengakui secara terbuka tindakannya merusak baliho tersebut. I.F mengklaim bahwa perbuatannya dilakukan atas suruhan AB dan beberapa temannya, dengan alasan bahwa baliho tersebut dipasang tanpa izin dari RT dan Om A.B
“Benar baliho itu saya yang kasih rusak karena suruhan AB bersama beberapa teman – temannya dengan alasan baliho itu saat di pasang tidak ijin di RT dan Om Apris Banunu. Saya baru pulang Pesat dari Niki-NikiĀ  jadi sampai situ dong ada duduk minum dong suruh saya turun, pas saya turun saya juga dalam keadaan mabok jadi pas sampai, AB suru saya kasih rusak baliho,jadi saya menuju langsung robek”, Jelas I.F
Namun anehnya, keterangan dari AB, seorang ASN di Kabupaten TTS, menyiratkan versi yang berbeda. AB bersama dua orang lainnya menyatakan bahwa mereka melihat I.F merusak baliho dengan keras tanpa ada usaha untuk menghentikannya meskipun mereka mencoba.
Saya bersama teman dua orang yang liat dan sempat tahan dia tapi dia tidak mau dan mati – matian kasih rusah baliho kakak”. Terangnya
Dalam pernyataannya kepada media, korban Alexander Tamonob menyatakan bahwa meskipun I.F telah meminta maaf secara langsung, proses hukum terhadap pelaku akan tetap dilanjutkan. Langkah ini dibenarkan oleh Lexi, yang telah berkoordinasi dengan ketua partai dan berencana melaporkan kejadian ini kepada Bawaslu TTS.
“Secara manusia I.F sudah datang untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf dan saya maafkan I. F tetapi Proses tetap berjalan”, ujarnya.
Ketua DPC PKB TTS, Egy, menegaskan bahwa tindakan pelanggaran seperti ini harus direspons dengan tegas sesuai aturan yang berlaku. Semua kader PKB yang mengalami kerusakan pada alat peraga kampanye diminta untuk segera melaporkan ke Bawaslu guna tindak lanjut yang tepat.
Pihak berwenang berharap agar proses hukum yang berlaku dapat memberikan efek jera bagi pelaku serta sebagai peringatan bagi yang lain untuk tidak terlibat dalam tindakan serupa yang dapat berujung pada konsekuensi pidana. Kasus ini juga mengemuka bahwa ada upaya untuk menelusuri apakah ada keterlibatan dari pihak-pihak tertentu dalam peristiwa ini, termasuk kemungkinan keterlibatan ASN atau pihak lain yang terkait dengan jajaran partai.
Insiden ini menjadi sorotan karena tidak hanya menciderai proses demokrasi, tetapi juga menyoroti kompleksitas politik dan ketegasan dalam menangani pelanggaran hukum di tengah perhelatan pemilihan.

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar