Jalan Rabat di Desa Nifulinah yang Dikerjakan CV.Bunga Desa Belum Tuntas

 

Halaman8.com-SOE-TTS

Pekerjaan jalan rabat baton yang sudah di anggarkan dari dana desa sejak tahun 2022 sepanjang 100 meter di desa Nifulinah ,kecamatan Fatukopa yang di kerjakan oleh CV Bunga Desa tak kunjung diselesaikan. malah yang dikerjakan kurang lebih 9 meter saja.

Penyebab tidak tuntasnya pekerjaan tersebut karena, suplayer CV Bunga desa tidak menurunkan material bangunan yang sudah di bayarkan.Demikian dikatakan ketua TPBJ, Yulea Fallo saat dijumpai halaman8.com senin (27 Maret 2023) di lokasi pekerjaan jalan yang tak kunjung diselesaikan oleh CV Bunga Desa. padahal dari pihak desa sendiri sudah membayar Rp 58 juta lebih sesuai kwitansi yang dibuat pada 7 Juni 2022 yang di terima langsung oleh Mery Nenometa selaku Direktris CV Bunga Desa.
Usai menerima uang tersebut, bukannya langsung menurunkan material bangunan sesuai pesanan, pihak CV justru hanya menurunkan sebagian kecil material dari pesanan, hal itulah yang membuat pekerjaan jalan rabat beton tersebut tak kunjung diseleaaikan meskipun dari tahun 2022.
Ketua TPBJ, Yulea Fallo juga menyebut penunjukan CV Bunga Desa dilakukan oleh kepala desa, Martinus Tkela tanpa sepengetahuannya. Bahkan, pembayaran material senilai 58 juta lebih tersebut juga langsung dilakukan oleh kepala desa sendiri. “Bulan Agustus itu dia (Mery) kasih turun material pasir, semen dan kerikil sebagian saja sehingga hanya dapat kerja tembok penahan dengan jalan rabat sepotong itu,” ungkap Yulea .


Yulea mengaku, dirinya sudah meminta kepada Mery Nenometa selaku direktris CV. Bunga Desa untuk menurunkan sisa material bangunan tapi ,Meri hanya memberikan janji -janji yang tak pasti. Bahkan diundang untuk rapat evaluasi pun Mery tak pernah hadir dengan alasan sibuk . Meski demikian Meri tetap dikejar terus untuk menurunkan material sehingga pada bulan Desember lalu Mery kembali menurunkan sebagian material bangunan, itu pun tidak sesuai pesanan.
“ Kita kasih surat undangan ke Ibu Mery untuk rapat evaluasi juga tidak mau hadir, alasan sibuk ada urusan lain. Bahkan saya tagih sampai ke rumah tapi hanya dapat janji saja. Desember 2022 baru dia kasih turun sebagian kecil lagi,” terangnya.
sedangkan Kepala Desa Nifulinah, Martinus Tkela saat dikonfirmasi halaman8.com membenarkan jika penunjukan CV Bunga Desa dilakukan dirinya tanpa sepengetahuan TPBJ. hal itu karena kades tergiur dengan janji Mery Nenometa yang akan membantunya uang muka guna membeli satu unit mobil pick up. lebih mirisbya lagi, uang muka mobil pick up tidak pernah didapatkan, bahan material pun tak kunjung diturunkan. ” Saya yang salah, saya tergiur dia (Mery) punya janji manis itu. Ini Mery buat saya susah. Ini pekerjaan sudah tidak bisa lanjut lagi karena pak Camat sudah bilang untuk dilakukan pemutusan hubungan kerja dan anggaran yang tersisa dimasukan menjadi Silpa,” sebutnya.

Saat ini pemerintah desa pun kesulitan membuat SPJ item pekerjaan tersebut karena Mery belum mengembalikan selisih uang pembayaran material bangunan senilai kurang lebih 37 juta. “ Saya kasih dia uang 58 juta lebih, tapi dia baru kasih turun material separuh. Setelah dihitung, jumlah material yang belum diturunkan senilai 37 juta lebih,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dirinya akan melakukan penagihan kepada Mery agar mengembalikan uang tersebut. “Saya sudah lapor masalah ini ke polisi, bupati, DPRD dan pak camat. Kalau dia (Mery) tidak mau kasih kembali uang maka akan saya laporkan secara resmi ke polisi,” Cetus kades
Sedangkan direktris CV. Bunga Desa Mery Nenometa yang dikonfirmasi halaman8.com 1 X 24 jam melalui via Telpon namun tidak pernah merespon sampai berita ini di turunkan.

Penulis : Ardi Selan
Editor : Rhey Natonis
Sumber : halaman8.com

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar