Inilah Nama-Nama Yang Menangkan Lomba Solo Antar Guru Dan Pegawai SMP-SMA Kristen Kesetnana

HALAMAN8.COM – TTS

Lomba Solo Antar Guru Dan Pegawai SMP-SMA Kristen Kesetnana dalam rangka memperingati hari ulang tahun PGRI yang ke 77 dan hari guru nasional, yang berlangsung dua hari akhirnya selesai. Ada 6 orang Guru Pegawai yang keluar sebagai pemenang Lomba tersebut.

Berikut ini daftar nama-nama yang keluar sebagai pemenang lomba solo, diantaranya :
Juara 1 : Ofir E. Funome, S.Pd
Juara 2 : Fidel E. Toto, S.Pd
Juara 3 : Asnat Lak’akpu,S.Pd
Juara 4 : Dety A.Tanu,S.Pd

Juara 5 : Jeni T. Lak’apu, S.Pd

Juara 6 : Paulina Huma,S.Pd

Terpantau,kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan satu orang tim juri, langsung menyerahkan hadiah kepada sang juara,dan juga piagam penghargaan kepada 10 peserta lain nya yang turut mengambil bagian dalam lomba tersebut.Penyerahan hadiah berlangsung di aula SMA Kristen Kesetnana,Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tepatnya pada, Sabtu (26 November 2022).

 

Untuk diketahui, lomba solo antar guru dan pegawai ini awalnya di ikuti oleh 16 orang peserta.dan pada akhirnya 4 orang yang keluar sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah. Sedangkan 12 orang peserta lain nya di juga mendapatkan penghargaan dari panitia pelaksana.

Diberitakan sebelumnya : Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PGRI Ke-77 dan Hari Guru Nasional, SMP dan SMA Kristen Kesetnana menggelar lomba Solo antar Guru dan pegawai. Lomba Solo ini dilakukan Aula Utama Sekolah SMA dan SMP Kristen Kesetnana,Desa Kesetnana,Kecamatan Mollo Selatan,Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),Pada Jumat 25 November 2022. Dan dihadiri ketua yayasan Agape, Gret Daniel, Sesepuh SMK Kristen Yeheskial Tiumlaufi dan undangan lainnya.

Terpantau Ketua Panitia,Olpi Kabnani,S.Pd selain membacakan laporan Panitia, Olpi juga mengatakan, Kegiatan tersebut untuk mewarnai HUT PGRI dan HGN dan juga Menggali potensi yang ada dalam lingkup pendidikan.

Ada 16 Guru dan pegawai SMP-SMA Kristen Kesetnana sebagai peserta yang akan akan bertarung pada lomba solo yang akan di gelar selama dua hari lamanya. Tambahnya bahwa, kegiatan ini juga mengajarkan kepada siswa agar tau cara berterima kasih kepada para guru.
” Manusia dinilai tidak terpelajar jikalau tidak dididik dan diajarkan oleh guru”.ujar nya.

Terpantau kepala sekolah SMA Kristen Kesetnana, Eudia Oematan,S.Pd didampingi Julius Faot turun tangan langsung sebagai juri dalam kegiatan tersebut.

Yeheskiel Tiumlaufi selaku Sesepuh kompleks Kristen
dalam sambutannya mengatakan, dirinya masih punya tanggung jawab untuk membina kompleks Kristen.
Terkait HUT PGRI ke 77 dan HGN,menurut Yesaya guru adalah cahaya yang menerangi kegelapan. Semua siswa ada karena masih ada kegelapan namun ketika dididik dan dibina maka munculah terang.

Lebih lanjut dikatakan di sekolah tidak hanya memberikan ilmu kepada siswa tapi setelah itu perlu diterapkan sehingga menjadi terampil.”Ini kesempatan untuk tampil, jadi tidak hanya mengajar. Ini juga bisa melatih anak anak”, ujarnya.Menurut Yeheskiel, upaya guru yang begitu berjeri lelah mendidik siswa namun dengan demikian akan melahirkan generasi yang tangguh dan punya jiwa besar sehingga bisa tampil di manapun berada.Ia lantas berpesan kepada para guru agar mendidik, melatih,dan membina siswa dengan penuh rasa kasih sayang.”Didik,latih,dan binalah mereka, untuk anak anak hormati dan hargailah guru karena mereka melahirkan otak dan kepribadian.Guru harus memberi inspirasi kepada para siswa dan kegiatan lomba ini bisa bangkitkan semangat bagi seluruh siswa”,ujarnya lagi.

Diakhir sambutannya, Yeheskial minta para guru tetap berpikir dan bekerja sederhana namun fokus pada tujuan.Dirinya berharap kegiatan lomba bisa berjalan dengan baik hingga selesai.

Terpisah kepala sekolah SMA Kristen Kesetnana, Eodia Oematan,S.Pd saat diwawancarai di ruang kerjanya mengatakan,lomba menyanyi solo dipilih untuk membangkitkan semangat para yang selama ini berjibaku dengan tugas mendidik siswa.

Ia mengaku kegiatan ini merupakan perdana dan akan ada evaluasi usai kegiatan. “Harapan saya mudah mudahan guru termotivasi usai ikuti kegiatan ini. Kami bersyukur karena sejarah perjalanan guru dalam wadah PGRI bisa mencapai usia ke 77 dihargai pemerintah”, ujarnya.

Penulis : Rhey Natonis

 

 

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar