Gerak Cepat DPRD TTS Untuk Warga Besipae Pasca Digusur Pemprov

Ket. Foto :Nampak wakil ketua DPRD TTS, Religius Usfunan, Anggota DPRD TTS, Thomas Lopo dan Viktor Soinbala sedang duduk bersama warga Besipae

HALAMAN8.COM | SOE – TTS –

DPRD TTS,melalui wakil ketua DPRD Religyus L. Usfunan bersama anggota Thomas Lopo Dan Viktor Soinbala, melakukan gerak cepat pasca mengetahui adanya aksi penggusuran rumah warga di Besipae oleh Pemprov NTT pada kamis kemarin.

Gerak cepat yang dilakukan DPRD TTS itu berupa bantuan kemanusiaan dengan tujuan untuk membantu warga Besipae yang rumahnya telah dibongkar oleh Pemprov NTT dengan dalil melakukan penertiban.

Selain memberikan bantuan sembako, dalam kesempatan tersebut, Religius Usfunan, Thomas Lopo dan Viktor Soinbala juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap aspirasi warga Besipae untuk selanjutnya diperjuangkan.

Dalam kunjungan tersebut, Egi, Thomas dan Viktor menyempatkan diri untuk berdialog dengan masyarakat guna menyerap aspirasi dari masyarakat Besipae.
“ tadi kita sudah berdialog dengan masyarakat. Kita sudah dengar duduk pokok permasalahannya dan apa yang menjadi harapan mereka. Nantinya, kita akan membangun komunikasi dengan Bupati TTS, DPRD Propinsi NTT dan juga dengan Gubernur NTT guna menyelesaikan persoalan ini,” terang ketiganya.

Niko Manao perwakilan warga Besipae, meminta agar Pemprov mau melakukan identifikasi ulang terhadap batas-batas tanah yang diklaim sebagai milik Pemprov NTT bersama masyarakat dan Pertanahan. Pasalnya menurut Niko, di dalam lahan seluas 3.780 Ha yang diklaim milik Pemprov tersebut, terhadap tanah-tanah milik masyarakat sehingga perlu untuk diluruskan terkait batas-batas tanah tersebut.
“ Kita mau harus ada duduk bersama, lalu kita lakukan identifikasi bersama tentang batas-batas tanah yang diklaim milik Pemprov itu. Karena saat ini, ada tanah-tanah masyarakat yang juga masuk dalam 3.780 Ha yang diklaim milik Pemprov NTT. Kita harus luruskan sehingga masalah ini tidak diwariskan dari satu generasi ke generasi lain,” pinta Niko.

Diberitakan sebelumnya, Persoalan lahan peternakan di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan, rupanya akan terus berkepanjangan. Bagaimana tidak, rumah seng berdinding bebak ukuran 5×7 yang sebelumnya dibangun oleh Pemprov NTT pada tahun 2020 lalu, kembali digusur pada Kamis 20/10/2022

Nampka Foto Waket DPRD Bersama Anggota sedang berdialog bersama warga

awalnya penggusuran itu sempat dihalangi oleh warga setempat, namun Pemprov NTT melalui Badan Aset Provinsi NTT dikawal ketat oleh aparat keamanan Brimop, Polisi dan TNI dan penggusuran tetap dilakukan.sehingga saat itu pula warga mempersilahkan Pemprov NTT untuk gusur dengan mengatakan,masyarakat Besipae akan tetap tinggal di kawasan Besipae. Pasalnya Pemprov NTT hingga saat ini tidak bisa membuktikan kepemilikan lahan di Besipae.

Dikatakan salah satu warga Niko Manao yang juga adalah warga Besipae bahwa, mereka hanya menginginkan Pemprov NTT, menunjukan batas lahan yang dimiliki oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT, jika Pemprov NTT menunjukan batas lahan yang dimiliki, maka tanpa digusur ataupun diusir keluar dari lokasi Besipae, ia akan dengan inisiatifnya keluar dari kawasan Besipae. “Kenapa Pemprov NTT tidak bisa tunjuk batas-batas, kok hanya tunjuk batas saja tidak bisa ini ada apa,” tanya Niko.

Terpantau,barang-barang warga yang hendak di gusur, sebelumnya dikeluarkan oleh pemprov NTT.sehingga sekitar pukul 16.00 pemprov berhasil menggusur 7 buah rumah.Namun sekitar pukul 16 : 11 terjadilah curah hujan sehingga warga yang di gusur beserta anak-anak kecil itu basah ditimpa hujan lantas tidak ada tempat untuk berlindung.

Tak tega melihat anak-anak kecil beserta berang-barang warga itu basah ditimpa air hujan, beberapa orang tua sempat menangis dan meminta tolong dengan menyebut-nyebut nama Presiden RI.
“Pak presiden tolong kami, tolong perhatikan kami, kami ini warga Indonesia kenapa kami dibuat seperti ini” Ujar Daud dalam pantauan wartawan.

Demikian hal tersebut wartawan mencoba mengkonfirmasi
Kepala Aset Provinsi NTT, Alex Lumba namun Alex mengatakan,akan berkomentar setelah proses penggusuran selesai.

Redaksi

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar