EVAPERCA PROGGRAM I-SEE DI NTT, YTB LIBATKAN KIPDA TTS INKLUSIF

Foto :Ketua KIPDA TTS inklusif, Imanuel Nuban & Proggram Maneger CBM Indonesia, Andrian Brahma.

Halaman8.Com/Soe-TTS

Kupang-Proyek Sistem Kesehatan Mata Masyarakat yang Inklusif dan Efektif (Inklusive System for Effective Eye care, disingkat :I-SEE) dirancang untuk membantu mengurangi gangguan penglihatan dan kebutaan, terutama yang disebabkan katarak.

Selain itu proyek juga mengupayakan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dalam mengakses layanan kesehatan mata dan mendorong keterlibatan mereka dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Project I-SEE juga berupaya agar dapat berkonstribusi dalam strategi RPJMN 2020-2024.Proggram Sistem Kesehatan Mata Masyarakat yang Inklusif dan Efektif ini telah dilaksanakan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS sejak Tahun 2020 dan saat ini akan berakhir.

Untuk itu, dalam rangka mempersiapkan Proggram Tahun 2023-2025,maka Hari ini Rabu 31 /08/2022 sampai dengan besok Kamis 01/09/2022 bertempat di Hotel Swiss-Belcourt Kupang dilaksanakan Presentasi Evaluasi Pelaksanaan Proggram Periode sebelumnya dan sekaligus Perencanaan Proggram lanjutan.

Kegiatan Evaluasi dan Perencanaan (EVAPERCA) Proggram ini melibatkan 40 Orang Peserta dari Dinas Kesehatan Propinsi NTT, Dinkes Kota Kupang, Dinkes Kab TTS,Dinkes Kab Kupang, Dinsos,Dinas PMD, BAPEDA Kota Kupang, Kab Kupang dan Kab TTS,serta sejumlah OPDis di 3 Wilayah tersebut.

Tidak ketinggalan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan YTB Kupang turut menyertakan KIPDA TTS inklusif yang langsung di hadiri oleh Ketuanya, Imanuel Nuban.

Evaluasi Perencanaan Proggram I-SEE ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi NTT, Ruth D. Laiskodat, S. Si, APt, MM.Dalam sambutannya Kadis sangat mengapresiasikan peran CBM dan YTB Kupang yang sangat membantu Pemprov NTT, Masyarakat NTT di 3 wilayah kota dan kabupaten untuk memberikan Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Mata Inklusif dengan melibatkan Kaum Divabel lewat OPDis.

“Saya sangat berterima kasih dan juga memberikan apressiasi setinggi-tingginya buat CBM dan Yayasan Tanpa Batas yang telah membantu Kami Pemerintah NTT khususnya Dinas Kesehatan dan Masyarakat yg alami gangguan penglihatan di Kota Kupang, Kab Kupang dan Kab TTS lewat Program I-SEE ini”.Paparnya.

Kemudian lanjutnya “Kita dari Dinas perlu melakukan replikasi lagi dengan penambahan wilayah interferensi karena selama 3 tahun ini hanya di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan TTS saja mengingat Proggram ini sangat inovatif “ujarnya.

Pada Kesempatan yang sama Program Manager CBM Indonesia, Adrian Brahma dalam arahannya menekan CBM mendukung Projeckt tersebut, juga berterima kasih pada Pemda NTT dan mendesain tuk kegiatan selanjutnya.

“Kami CBM sangat mendukung Program Kesehatan Mata di 3 Wilayah di NTT, Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Propinsi NTT atas dukungannya dan Kita desain untuk melakukan dan merumuskan kegiatan di tahun 2023 – 2026” Pungkas Adrian sapaannya.

Sementara itu Direktur YTB Kupang, Deni Sailana dalam sambutannya mengatakan ada 3 poin penting yang dya sampaikan “Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan, Pertama YTB melakukan evaluasi Program I-SEE bersama semua sthakeholder yang dapat digunakan sebagai landasan perencanaan pada fase 2023-2026.Kedua,Kolaborasi semua pihak akan sangat bermanfaat dalam penanganan gangguan penglihatan di NTT khususnya kota Kupang, kabupaten Kupang dan TTS. Dan Ketiga,Proggrqm I-SEE hadir untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam penanggulangan penglihatan 3 wilayah internasional “.Jelas Deny.

Menanggapi pelaksanaan lokakarya Evaperca Proggram I-SEE di NTT yang melibatkan Organisasi Penyandang Disabilitas di TTS, Ketua KIPDA TTS inklusif Imanuel Nuban angkat bicara.

“Semua pihak harus memahami bahwa bahwa yang bisa memahami kebutuhan Penyandang Disabilitas hanyalah Penyandang Disabilitas itu sendiri. Untuk itu dalam merencanakan atau mendesain suatu pola pelayanan yang inklusif perlu ada keterlibatan OPDis.Apalagi dalam menangani orang yang punya masalah gangguan penglihatan yang apabila terabaikan bisa mengakibatkan kebutuhan secara permanen “.Tegas Alumni Fakultas Sastra Unud Bali itu.(Red)

 

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar