Dukcapil TTS Jebol 30 Desa Di Tahun 2023

HALAMAN8.COM – TTS
Wilayah Kab TTS yang sangat luas menjadi kendala tersendiri bagi warga masyarakat desa, yang hendak membuat identitas kependudukan. Untuk menjawab kendala tersebut, sejak beberapa tahun terakhir, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kab TTS menciptakan program terobosan baru, yakni jemput bola (Jebol). Di tahun 2022, Disdukcapil atas dukungan DPRD melaksanakan program tersebut di 80-an desa di Kab TTS, dan di tahun 2023 Disdukcapil Kab TTS kembali berencana melaksanakan program yang sama di 30-an desa di Kab TTS. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab TTS, Apris Manafe, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/1).

Apris ketika ditanya wartawan alasan program Jebol yang sangat diharapkan masyarakat, berkurang dari tahun 2022 dia mengatakan jika di tahun 2023 akibat keterbatasan anggaran, dana operasional seluruh Dinas, Badan dan Bagian di Kab TTS mengalami pengurangan termasuk Disdukcapil. Kendati demikian, berdampak pada volume program kerja Dinas, Badan dan Bagian. Tahun 2023, seyogyanya Disdukcapil hanya memperoleh program Jebol di 25 desa, namun pihaknya akan melakukan penghematan penggunaan anggaran operasional sedemikian rupa, sehingga program Jebol dapat dilakukan di 30-an desa nantinya. “Saya akan lakukan penghematan anggaran operasional, seperti mengurangi jumlah petugas yang nanti turun ke desa. Memang nanti dampaknya adalah pelayanan agak lama, tapi yang penting bisa jangkau banyak desa, karena masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan sangat banyak desa,” ujar Apris

Program Jebol terus didukung oleh DPRD TTS, pasalnya melalui pokok pikiran (Pokir) DPRD TTS, beberapa anggota DPRD mengalokasikan anggaran pokirnya untuk pelaksanaan program Jebol. “Ada sejumlah Bapak/Ibu dewan, yang melalui Pokir mereka mengalokasikan anggaran untuk program Jebol,” katanya.

Foto istimewa : Yerim Yos Fallo, ketua DPC Pospera TTS

Ketua DPC Pospera TTS, Yerim Yos Fallo mengomentari program Jebol tersebut, bahwa program tersebut sangat baik untuk membantu masyarakat yang tinggal di desa. Karena dengan pelaksanaan program Jebol, masyarakat tidak membuang biaya dan waktu untuk datangi kantor Disdukcapil TTS, guna membuat identitas kependudukan. Oleh sebab itu, ia sangat berharap agar ke depan Disdukcapil kembali meningkatkan pelayanannya melalui program Jebol. “Program Jebol sangat bantu orang tua di desa, karena mereka tidak perlu buang biaya yang cukup besar, untuk datang buat KTP, Akta dan administrasi kependudukan lainnya di kantor Disdukcapil,” tandas Yerim. (Rey)

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar