Dapati Progres Kerja Tidak Betul,Komisi III DPRD TTS Soroti CV Yang Bekerja

HALAMAN8.COM // SOE-TTS-

Komisi III DPRD TTS menyoroti progres kerja,pekerjaan jalan Fatumnutu-Bonleu,yang dikerjakan oleh dua CV,yakni CV Busalangga dan CV Asto. karena sesuai pengamatan komisi III DPRR TTS itu tidak betul.

tepatnya pada Selasa (8/11) Komisi III DPRD TTS,yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi III DPRD TTS,Marten Tualaka, SH., M. Si dan wakil ketua Sefrid Nau bersama anggota,Askenas Afi,Diksi Letuna,Jean Neonufa, Matheos Lakapu,Viktor Soinbala, Laurens Jehau, Roby Faot. melakukan kunjungan kerja (Kunker) untuk memantau pembangunan jalan hotmix Fatumnutu-Bonleu.

Di sana, Komisi III DPRD TTS, mendapati progres kerja yang tidak sesuai dengan tahapan kerja. Untuk itu, Komisi III DPRD TTS, pesimis jika pembangunan jalan Fatumnutu-Bonleu, yang didanai dari dua sumber anggaran, yakni APBD II dan juga dana hibah dari Provinsi NTT itu, dituntaskan sesuai dengan kontrak kerja yang ditetapkan.”Sesuai laporan konsultan pengawas, sekmen satu yang batas kontraknya 15 November, baru mencapai 30 persen. Sedangkan sekmen dua batas kontraknya 15 Desember dua persen. Ini tentu tidak mungkin tuntas, sesuai dengan batas kontrak yang ada. Jadi minta untuk rekanan, tambah tenaga kerja dan juga alat,” tegas ketua Komisi III DPRD TTS, Marthen Tualaka.

Marten Juga menegaskan, perlu diketahui oleh rekanan pelaksana bahwa, pembangunan jalan Fatumnutu-Bonleu, melalui proses penganggaran yang alot antara DPRD dan juga Pemda TTS. Dinamika yang terjadi, membuat Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, harus turun tangan di Bonleu sehingga pembangunan jalan Fatumnutu-Bonleu, terdapat dana hibah dari Pemprov NTT. Oleh karena itu, jika rekanan yang mengerjakan jalan Fatumnutu-Bonleu, terkesan main-main maka pihaknya akan mengawasi perusahaan yang mengerjakan jalan Fatumnutu-Bonleu, untuk tidak lagi mengerjakan proyek di Kab TTS. “Penggaran jalan Fatumnutu-Bonleu ini, minus kami adu jotos saja dengan Pemda TTS. Proses penganggaran yang sulit ini, kemudian rekanan kerja terkesan main-main seperti ini, kami sangat kecewa. Jadi kami akan awasi rekanan seperti ini, supaya tidak boleh kerja proyek lagi di TTS,” tegas Marthen.

Sesuai pernyataan konsultan pengawas ditenggarai jika molornya pengerjaan jalan Fatumnutu-Bonleu, rekanan tidak menjalankan catatan-catatan yang direkomendasikan oleh konsultan pengawas, yakni mengejar progres kerja, menambah tenaga kerja maupun menambah alat. “Karena progres kerja sangat kecil, sehingga kami akan panggil rekanan di Komisi III DPRD TTS, untuk klarifikasi hal ini,” ujar Marten.

Mesak Manuwain, selaku perwakilan dua perusahaan pelaksana pekerjaan jalan Fatumnutu-Bonleu, yakni CV. Busa Langga Putra selaku rekanan pekerja sekmen satu sepanjang 2, 200 Km dan CV. Astro selaku rekanan pekerja sekmen dua, sepanjang 2, 350 Km menuturkan, jika keterlambatan pekerjaan pembangunan jalan Fatumnutu-Bonleu, terjadi akibat cuaca. Selain itu, akibat lokasi material batu yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut, akibat terdapat banyak kubangan yang cukup dalam. Meski demikian, ia mengestimasi, jika tiga minggu lagi ke depan akan mulai penebaran hotmix. “Rencananya, penebaran hotmix akan dimulai dari sekmen dua ke sekmen satu. Sekarang material agregat sudah distapel di tengah lokasi pembangunan,” tandas Mesak.

ditempat yang sama,Wakil ketua Komisi III DPRD TTS, Sefrits Nau mengatakan, rekanan pelaksana kerja, tidak boleh beralasan keterlambatan pekerjaan yang ada, terjadi akibat faktor cuaca. Pasalnya alokasi waktu pekerjaan, tentu telah diperhitungkan secara teknis. Karena sisa waktu pekerjaan sangat singkat, namun ia memperingatkan agar rekanan pelaksana, tidak boleh bermain-main soal kualitas pekerjaan. Pasalnya, komisi III akan terus mengawal ketat pembangunan jalan Fatumnutu-Bonleu. “Saya ingatkan, jangan main-main soal kualitas kerja. Karena sesuai pengalaman kami, sekarang banyak pembangunan jalan hotmix yang rusak. Itu tentu terjadi karena kerja asal jadi,” papar Sefrits.

Ditambahkan Kepala Desa Bonleu,Yumeding Fobia bahwa, mewakili seluruh masyarakat dan pemerintah desa Bonleu sangat berharap kepada pihak CV. yang bekerja untuk lebih mempercepat pekerjaan nya, guna kelancaran aktifitas masyarakat dalam mengakses hasil pertanian dan lain sebagainya bisa cepat dikeluarkan.

Penulis : Rhey Natonis

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar