Bupati TTS Membuka Festival Tunas Bahasa Ibu di GOR Nekmese Soe

halaman8.com – SoE- TTS

Rhey Natonis

Sabtu, 11 November 2023 – Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun, ST., MM, dengan penuh semangat membuka secara resmi Festival Tunas Bahasa Ibu Episode ke-17. yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur di GOR Nekmese Soe, Timor Tengah Selatan.

Kegiatan dihadiri,Dr. M. Abdul Khak, M.Hum. Kepala Pusat pembinaan bahasa dan sastra, Kemendikbud Ristek RI, Kepala Kantor Bahasa, Elis Setiati,S.Pd.,M.Hum,Kepala Dinas PK Kabupaten TTS, Musa Benu,Kepala BPKPP TTS, Dominggus Banunaek,para Guru pendamping dari sejumlah sekolah SD,SMP di kabupaten TTS.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut , Bupati TTS menggarisbawahi pentingnya memperkaya budaya dan bahasa di wilayahnya. Ia menegaskan perlunya memasukkan bahasa Dawan ( Uab Meto ) sebagai mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) di semua sekolah.

“kedepan kita akan instruksikan ke sekolah-sekolah untuk memberdayakan bahasa daerah melalui Mata Pelajaran Mulo” Tegas Bupati

Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar segera dipikirkan untuk membuat peraturan bupati (perbub) agar mendukung langkah ini.

“Bahasa Dawan adalah bahasa yang mempersatukan kita di Pulau Timor bagian Barat,” ujar Bupati TTS. Ia menekankan bahwa melalui pemahaman dan penggunaan bahasa ini, masyarakat dapat lebih erat bersatu dan memperkokoh identitas budaya mereka.

Tak hanya itu, Bupati juga memberikan dorongan untuk alokasi anggaran dari pemerintah ke depannya. Ia menyatakan komitmen untuk mendukung langkah-langkah positif dalam melestarikan dan memajukan bahasa daerah.

Festival Tunas Bahasa Ibu Episode ke-17 ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mengangkat martabat bahasa Dawan serta merangsang minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami dan melestarikan kekayaan bahasa daerah.

Selain Itu, Ia juga berharap agar Kegiatan ini terus berlanjut dan bisa dilombakan,” kita lihat seperti tarian Natoni dalam bahasa daerah dan kegiatan lain yang berkaitan dengan bahasa daerah, kedepan bisa dilombakan”,Ujar Bupati.

Bupati Juga Berterimakasih kepada kantor Bahasa NTT dan Kemendikbud Ristek RI yang telah menyelenggarakan Kegiatan ini.

Untuk diketahui kegiatan Festival Ini di ikuti oleh seluruh SD-SMP yang ada di kabupaten Timor Tengah Selatan dengan menampilkan sejumlah kreasi baik ,membaca Puisi, dongeng, Natoni ,Tarian ,Bonet, cerita rakyat dalam bentuk Bahasa Daerah ( Uab Meto ).

Sedangkan Kepala Pusat pembinaan bahasa dan sastra, Kemendikbud Ristek, Dr. M. Abdul Khak, M.Hum dalam sambutannya mengatakan, di Provinsi NTT terdapat 72 dua bahasa, salah satunya adalah Uab Meto. ” Ini cara kita bersama untuk berselebrasi bersama anak – anak untuk melestarikan budaya Meto sebab Bahasa Dawan akan mati kalau adik-adik Tidak dilestarikan, ” Ujarnya

Selain itu, Ia juga berharap agar nantinya tanggal 2 Mei 2024 ada perwakilan dari TTS yang bisa menghadiri Festival di Jakarta agar bisa menampilkan Sejumlah kreasi dalam bentuk Uab Meto.

Terpisah Kepala Kantor Bahasa, Elis Setiati,S.Pd.,M.Hum kepada wartawan menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar selama satu hari dan di ikuti peserta dari SD – SMP di TTS.

Selain itu, ia juga menyebut kegiatan ini juga sudah terselenggara di beberapa kabupaten lain.tetapi, karena dukungan pemerintah kabupaten TTS yang kuat sehingga hari ini kegiatan tersebut berlangsung di TTS,” Kita fokus Kolaborasi dengan pemerintah sehingga kegiatan ini bisa berkelanjutan,” ujarnya

Dikatakan Bahwa untuk saat ini Uab Meto belum ada kewajiban dari Kemendikbud Ristek untuk kurikulum karena belum memiliki aksara .

“kita tidak bisa menunggu regulasi, tapi kalau pemerintah daerahnya mau pasti bisa”,tutupnya

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar