BLT Dana Desa Oof di TTS Diduga Dikorupsi

Nampak Foto ketua BPD

HALAMAN 8. COM | SOE |

SOE – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa di Desa Oof, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS diduga kuat dikorupsi Kades Oof, Yeremias Niko Betty dan bendahara desa, Jekson Faot. Pasalnya setiap kali pembayaran BLT (per tiga bulan) setiap penerima dikenakan pemotongan Rp. 50. 000 hingga Rp. 100. 000.

Untuk diketahui, penerima BLT di Desa Oof sendiri mencapai 140 penerima. Jika dipotong per penerima Rp.50.000, maka total dana yang disunat mencapai 7 juta. Jika disunat Rp. 100. 000 per penerima maka total uang rakyat bantuan pemerintah yang disunat mencapai 14 juta.
Salah satu penerima BLT berinisial FM mengaku, setiap kali pencairan dana desa, haknya selalu disunat oleh bendahara dan kepala desa. Per triwulan seharusnya ia menerima BLT sebesar 900 ribu sesuai kuitansi pembayaran, namun saat dilakukan pembayaran haknya selalu disunat.

Nampak Foto: penerima manfaat

“ Tahap pertama saya terima Rp. 850. 000. Tahap kedua dan ketiga ini hanya Rp. 800.000. Padahal di kuitansi tulis 900 ribu,” urainya saat ditemui Sabtu 10 September 2022.
Senada dengan FM, YF juga mengutarakan hal senada. Hak BLT nya disunat setiap kali dilakukan pembayaran.
“ tahap pertama Bendara hanya bayar 850 ribu. Tahap dua dan tiga turun lagi jadi hanya 800 ribu. Padahal di kuitansi tulis jelas-jelas 900 ribu,” ujarnya dengan nada kecewa.
Pengakuan pemotongan dana desa juga diutarakan seorang pria lainnya yang meminta namanya tidak ditulis. Ia mengaku, sejak tahap pertama hingga ketiga. Ia hanya menerima BLT sebesar 800 ribu per triwulan.
“ Dari tahap 1 sampai ke 3 ini tiap kali bayar saya hanya terima 800 ribu. Padahal di kuitansi tulis 900 ribu,” terangnya.

Informasi yang dihimpun awak media, menyebutkan, dugaan pemotongan BLT ini sudah dilakukan sejak tahun 2021 lalu. Hal ini dibeberkan oleh Alfred Faot penerima BLT Dana Tahun 2021. Menurut Faot, pada tahap pertama ia hanya menerima BLT sebesar 800 ribu dari seharusnya 900 ribu. Tahap kedua dan ketiga, ia dikenakan potongan 50 ribu sehingga hanya menerima 850 ribu. Sedangkan alasan pemotongan, dirinya mengaku tidak tahu.
“ tahun lalu juga ada pemotongan. Tahap pertama 100 ribu, tahap dua dan tiga potong 50 ribu. Hal jelaskan merugikan saya selaku penerima. Karena hak saya seharusnya 900 ribu,” sebutnya.

Timotius Faot, Ketua BPD Desa Oof, Kecamatan Kuatnana membenarkan adanya pemotongan BLT dana oleh kades dan bendahara desa Oof. Dirinya menuding jika Kades Betty dan bendahara, Jekson Faot bersegkokol untuk menilep uang rakyat tersebut.
Oleh sebab itu, dirinya akan mengadukan pemotongan BLT itu ke pihak Kecamatan, Dinas PMD, Bupati, ketua DPRD TTS dan juga melaporkan dugaan korupsi tersebut ke pihak Polres TTS dan Kejari TTS.
“ Saya akan lapor mereka (Kades dan Bendara) ke Bupati dan Ketua DPRD TTS. Saya juga akan minta bantuan Araksi untuk dampingi kami melaporkan dugaan korupsi ini ke Polres dan Kejari TTS,” ancamnya.
Kades Oof, Yeremias Niko Betty saat dihubungi wartawan Halamam 8.COM langsung mematikan sambungan telepon ketika diberitahu jika yang menghubunginya tersebut merupakan wartawan.
Sementara Bendara Desa Oof, Jekson Faot enggan menanggapi dugaan pemotongan BLT tersebut. Dirinya meminta agar wartawan langsung menghubungi Kades Oof. Dirinya sempat mendesak wartawan untuk membenarkan nama warga desa yang mengadu.
“ iya itu ada pemotongan, tapi nanti dengan bapa desa saja,” sebutnya singkat. (Ardi)

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar