BKD Cerca 48 Pertanyaan Bagaimana Nasib Camat Kuanfatu

HALAMAN8.COM // SOE // TTS-

Camat kuanfatu Susten Sesfao telah diperiksa oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Timor Tengah Selatan.Jumat (28/10/2022) terkait kasus Nya yang menghamili ML (38).

Usai diperiksa dan dicerca 48 pertanyaan,Nasib camat di tangan Bupati.

demikian dikatakan kepala BKPSDM TTS, Musa Benu,SH bahwa,dari hasil pemeriksaan hari ini,akan dilakukan diskusi team,dan nantinya hasil pemeriksaan ini akan di serahkan langsung kepada Bupati TTS sebagai pengambil keputusan.

dikonfirmasi terkait pemeriksaan hari ini, Benu menjelaskan, pemeriksaan hari ini menggunakan dua rujukan aturan yaitu : Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil.sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990. Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

selain itu,Musa Benu juga menyampaikan bahwa ada tiga hal pertimbangan dalam kasus ini yang di nilai kalau menggunakan peraturan pemerintah nomor 45 Tahun 1990 dan nomor 94 tahun 2021 pasti akan di kenakan disiplin berat di antaranya penurunan pangkat atau jabatan untuk 12 bulan ke depan,pembebasan dari jabatan menjadi staf biasa , dan pemberhentian dengan hormat sebagai PNS tidak atas permintaan diri sendiri.namun dari ketiga hal ini,akan di serahkan kepada Bupati TTS untuk bisa memilih.

Terpantau,Susten Sesfao yang datang di dampingi oleh istrinya sebagai saksi yang juga turut di periksa dalam kasus janji menikah ML pemilik salon di TTS. sedangkan LM sebagai korban di dampingi oleh ke-3 kuasa hukumnya.

Camat kuanfatu yang di periksa di cerca 48 pertanyaan ,istri camat kuanfatu di cerca 41 pertanyaan sedangkan LM 51 pertanyaan masing-masing pertanyaan seputar kasus janji menikah ML. dan di ketahui camat kuanfatu mengakui semua perbuatannya kepada LM dalam pemeriksaan tersebut hari ini.

Turut dalam melakukan pemeriksaan kepada camat kuanfatu ini oleh kepala dinas Badan Kepegawaian Daerah, Musa Benu,Kasat pol PP ,Yopie Magang, sekertaris BKPSD.., sekertaris pol PP Drs Istanto Djaha, inspektur pembantu inspektorat David Lioe.

Diberitakan sebelumnya : LM (38) menyebut camat Kuanfatu Susten Sesfao sebagai pelaku yang menghamilinya.

Dikatakan langsung korban LM (38) kepada media ini saat di jumpai di kediaman adiknya di kelurahan Nunumeu,kecamatan Kota Soe Rabu (26/10/2022).LM (38) mengaku camat Kuanfatu adalah pelaku atas janin yang berada dalam kandungan LM (38).

Untuk diketahui camat Kuanfatu Sendiri sudah beristri,namun segala macam cara dilakukan camat untuk bisa meluluhkan hati LM agar bisa menjalani cinta bersamanya.

“Ia camat Kuanfatu Susten Sesfaot adalah pelaku,memang awal dia sudah cerita kalau sudah ada istri,tapi dia sendiri yang mengaku kepada saya dan saya punya orang tua, katanya apa yang dia lakukan itu atas sepengetahuan istri nya sendiri,karena dia mau cari anak lagi , dan dia juga janji untuk untuk bulan 9 kemarin kami mau urus adat”.jelas LM

Dengan janji akan menikahi,sehingga LM sendiri luluh dan siap menjalani hidup bersama camat Kuanfatu hingga saat ini LM sudah mengandung 5 bulan lebih.

namun berjalan nya waktu cinta LM dan camat Kuanfatu mulai pupus setelah sang Istri camat mengetahuinya.

Dan saat hubungan keduanya diketahu oleh istri, camat susten Bersama istri LM dengan beberapa keluarga bersepakat untuk membuat surat pernyataan bermaterai sepuluh ribu.namun kemudian LM sendiri kepada wartawan mengaku,pada saat itu Ia dipaksa karena camat bersama istri datang membawa masa dan marah-marah.
“waktu itu dia dengan istri datang bawa masa, jadi dong paksa harus buat surat pernyataan.jadi saya tandatangan saja karena mereka sudah marah-marah bahkan mereka bilang nanti mau lapor polisi, dan saya bisa masuk penjara.Waktu itu dong suru tidak boleh rekam tapi saya diam-diam kasih hidup kamera untuk rekam, jadi saya punya bukti banyak juga”.jelas LM

LM sendiri mengaku punya banyak bukti bahkan video-video dan pakaian camat SS masih dipegang hingga saat ini.
“banyak bukti yang saya pegang berupa pakian-pakian, ada juga pakian dalam, chatingan lewat WatsUP dari awal sampai sekarang pun ada dan bahkan bukti lainnya masih ada “jelasnya

Terkait Kejadian tersebut, sang korban LM meminta pertolongan dan berharap untuk Susten Sesfao bisa pertanggung jawabkan apa sudah dilakukan.”harapan saya sebagai penderita atau korban agar pihak terkait menanggapi persoalan ini untuk menindak lanjuti sehingga pak camat betul-betul bertanggung jawab sesuai apa yang sudah dia janjikan”. Harap LM

Terpisah Camat Kuanfatu saat dikonfirmasi kejadian tersebut pada beberapa pekan lalu, camat sendiri memintai wartawan untuk tidak mempublikasi karena Dia siap untuk bertanggung jawab sesuai kesepakatan yang dibuat.

Dengan kejadian ini, wartawan kembali mengkonfirmasi melalui sambungan telefon dan pesan watshApp, namun hingga saat ini belum ada tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Penulis : Ardi Selan
Editor : Redaksi

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar