Araksi NTT Sebut Angket DPRD TTS Itu Bagaikan Anak Kecil Yang Merengek Saat Tak Punya Susu

halaman8.com//SoE//TTS

DPR itu jangan merengek seperti anak kecil ketika tak punya susu pasti berteriak.demikian dikatakan ketua Araksi NTT, Alfred Baun, SH kepada awak media saat melakukan konferensi Pers Di salah satu rumah makan yang berada di seputaran kota Soe pada Senin,05 September 2022.

Alfred Baun yang didampingi Sekretaris dan beberapa anggota membuka suara terkait pansus Angket DPRD TTS yang sempat viral peda beberapa bulan lalu, menurutnya Angket yang diputuskan melalui lembaga DPRD itu hanya satu keputusan yang mempergunakan lembaga dewan untuk mengkomersialkan nama rakyat di daerah ini.terutama Panitia angket itu memperdagangkan nama rakyat daerah ini untuk sebuah kepentingan yang dibungkus di dalam Tim angket tersebut.

Araksi juga mengatakan sangat kecewa dengan Pansus Angket DPRD TTS, dan sebagai rakyat menganggap bahwa pansus angket itu tidak memiliki profesionalitas dalam melaksanakan tugas.”hari ini mau di bilang mereka itu rarosok ,dengan menjual nama rakyat TTS untuk menggiring Bupati dalam sebuah kasus yang disebut dengan angket itu”, cetus Alfred

selain Itu,Alfred Juga menilai tim angket DPRD TTS itu tidak profesional dalam menjalankan tugas,menurutnya angket itu mau berhasil atau tidak ,profesionalitas itu menjadi penting. dimana angket itu berangkat dari keputusan lembaga,sehingga  berakhir pun harus  dengan keputusan lembaga.
“Bukan karena beranjak dengan keputusan lembaga dengan menganggap produk hukum kemudian di pertengahan karena kepentingan itu selesai lalu terus dilepas begitu saja.Kalaupun seperti itu berarti angket itu tidak berbeda jauh dengan orang yang duduk di pasar yang asal jualan,laku di mana bisa intinya laku”Ujarnya.

Tonton Video YouTube Dengan Klik Link Di bawah 👇👇 :

https://youtu.be/vLq8Rpe-cP8

Afred juga menilai bahwa angket itu hanya dibuat atas nama rakyat untuk mendapatkan pruduk hukum dengan mengatakan langit runtuh  pun pasti tidak akan kalah, kemudian kebiasaan mereka pukul-pukul meja, lalu kemudian dijual dan laku.
“Saya tidak memaksakan angket untuk harus berhenti dengan satu keputusan hukum,tapi kalau mau berhenti pun harus ada keputusan lembaga ,kemudian disampaikan secara kelembagaan kepada rakyat di daerah ini dengan berbagai  alasan,bahwa angket tidak bisa berjalan karena dengan alasan ini itu .dan kalau angket ini buat hanya untuk kepentingan DPRD ya ngomong.bahwa itu hanya untuk kami punya gaji yang terpotong dan kami jual rakyat punya nama” Urai Alfred

Menurutnya,Kewajiban Panitia Angket DPRD saat ini harus menyampaikan kepada publik melalui  paripurna bahwa Sudah memutuskan untuk membubarkan panitia angket.

Dikonfirmasi terkait informasi yang pernah beredar pada pemberitaan sebelumnya bahwa alasan panitia angket memberhentikan kerja karena  dengan alasan tidak korum dan ketidak hadiran nya anggota dari beberapa fraksi.Alfred mengatakan itu alasan anak kecil pun bisa bicara seperti itu,menurutnya bahwa kalau alasan begitu itu beg***a mereka sebagai  DPR.

Urai Alfred bahwa, kalau mereka mengatakan bahwa angket seharusnya jalan namun karena ada landasan hukum  sudah seperti ini dan menghendaki untuk berhenti ya itu baru profesional, tapi kalau dengan alasan  tidak korum itu beg***a mereka.

Alfred pun meminta awak media untuk menulis apa sebenarnya yang Ia bicarakan karena menurutnya Angket DPRD itu diketuai oleh 2 orang doktor yang hebat sehingga kalau alasan begitu Pihaknya bisa mencap mereka sangat memalukan.
Menurutnya itu bukan alasan substantif dan bukan alasan konstitusional yang digunakan,kalau saja mereka memakai alasan konstitusional itu adalah bahwa kami sudah melakukan tetapi tidak terbukti.
Karena kita kasian juga pemimpin daerah ini dalam hal ini Bupati TTS yang pada awalnya dicaci maki,dan begitu bagi kasih mereka duit caci maki ilang.

Alfred juga menyebut Angket DPRD TTS  itu merengek seperti anak kecil yang kalau tidak ada susu berteriak.(Rey)

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar