Anak Umur 3 Tahun Di TTS Mengalami Kekerasan Seksual

HALAMAN8.COM // SOE-TTS

Editor : Rhey Natonis

Kasus kekerasan seksual kembali terjadi di kecamatan Kuanfatu, kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT, yang mengenai seorang anak di bawah umur yang berumur 3 Tahun .

ibunda korban kepada wartawan menceritakan kronologis terjadinya pemerkosaan itu sesuai pengakuan teman anaknya yang saat itu bermain bersama-sama.

Menurutnya Kronologi kasus bermula, saat korban bermain bersama di rumah pelaku dengan inisial MK (13) bersama teman -teman lainnya.,dan saat itu pelaku tidur bersama korban dengan cara menggunakan selembar kain panas untuk menutup diri mereka,dan saat itu juga pelaku membuka celana korban dan memasukkan alat kelaminnya ke alat vital korban sehingga korban langsung mengalami pendarahan yang hebat pada alat kelamin nya.

Nampak Foto : saat kedua orang tua melaporkan kejadian tersebut ke polres TTS

Tak lama kemudian korban kembali ke rumahnya. sesampainya di rumah,sang ibu pun sedang mencuci pakaian sehingga sang ibu pun tidak menaruh curiga dengan korban.numun saat sang ibu sedang mencuci sang korban ini datang mendekati sang ibu dan bermain- bermain air, sehingga ibu korban menyuruh sang korban untuk membuka pakaian nya untuk di cuci.,Sang korban lalu membuka pakaian nya. saat membuka, sang ibu kaget karena melihat bercak-bercak darah yang menempel pada pakaian,dan juga alat vital korban. sang ibu pun bertanya kepada korban, lalu korban pun dengan begitu polosnya menceritakan semua yang terjadi pada dirinya, dengan menyebutkan nama pelaku dengan jelas.

Usai mendapatkan pengakuan dari sang anak, Ibu korban langsung mendatangi rumah korban dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada anaknya yang mengalami pendarahan yang hebat. saat itupun ada salah satu saksi korban yang merupakan teman bermain anaknya, dan menceritakan kepada sang ibu korban, bahwa anak nya mengalami pelecehan seksual oleh pelaku MS(13).

Terkait dengan kejadian tersebut, pospera TTS yang di wakili langsung oleh Sekertaris Pospera TTS Efrin Banu segera melakukan pendampingan kepada korban. Pendampingan ini, dilakukan dengan koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten TTS.

Orang tua korban yang sudah mengetahui dengan jelas,anaknya mengalami korban pelecehan seksual. Sehingga saat itu pun orang tua korban langsung mendatangi Polsek Kuanfatu untuk melaporkan kejadian yaang menimpah anaknya. setibanya di sana, dari Polsek kuanfatu mengarahkan langsung kedua orang tua korban untuk melaporkan ke Mapolres TTS agar kasus ini segera di tangani dengan baik sesuai undang-undang yang berlaku.

saat itupun, kedua orang tua korban langsung kembali ke rumah dan bersiap untuk datang melaporkan kejadian ini ke Polres TTS, namun setibanya di Soe, kedua orang tua menemui lebih dulu, sekretaris DPC pospera kabupaten TTS untuk meminta pendampingan.

Foto laporan Polisi

Usai mendapatkan kronologis kejadian.sekretaris Pospera, Efrin R. Banu, bersama anggota Melky Tabun bersama kedua orang tua korban mendatangi dinas P3A untuk melaporkan kejadian tersebut demi mendapatkan pendampingan.setalah itu,salah satu perwakilan dari dinas P3A bersama orang tua korban dan sekretaris DPC Pospera TTS langsung mendatangi Polres TTS untuk membuatkan laporan LP.

untuk diketahui kasus kekerasan seksual yang dilaporkan sekretaris Pospera TTS telah mendapatkan laporan polisi dengan nomor NOMOR.STTLP/8/389/XL/2022 SPKT.POLRESTTS.POLDA NTT.

terkait kasus tersebut ,dikatakan sekretaris DPC Popsera TTS, Efrin Banu bahwa, “Kami sangat menyesalkan terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak 3 tahun oleh pelaku berusia 13 tahun,yang adalah tetangga korban itu sendiri. Kasus ini sangat biadab sekali kalau di di lihat dari aspek sosial nya karena merusak masa depan anak di bawah umur”, kata Efrin

Efrin sendiri memastikan Pihaknya akan berkordinasi dengan ketua DPC Pospera TTS untuk proses hukum bagi pelaku terus berjalan.

Penulis : Ardi Selan

 

 

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar