Agustinus Benu Dinilai Gagal Mengelola PAUD Nunoni

Kondisi Bangunan Paud Nunoni 

halaman8.com-Boking-TTS

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam (6) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nunoni yang dikelolah oleh Agustinus Benu, S.Pd terhitung tiga tahun tidak ada proses belajar mengajar.

Proses belajar mengajar dan aktivitas lain tidak berjalan namun Dana dari Dinas selalu mengalir masuk, seperti apa LPJ ketika tidak ada satu kegiatan pun yang nampak.

Demikian disampaikan oleh Tokoh Pemuda Desa Meusin Aprianus Yunus Benu menilai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nunoni mubasir. Jumat, 20/05/2022
“Saya harapkan Dinas terkait untuk melihat kembali PAUD tersebut karena ini akan menyesatkan generasi bangsa kemudian diduga bahwa Ijazah yang dicetak setiap tahun juga palsu. Anehnya tiga tahun tidak beraktivitas namun Dana dari Dinas terus dicairkan.” Ujarnya.

Lanjutnya, Guru ada untuk mencerdaskan bangsa, faktanya tempat untuk belajar tidak jelas, yang dengan jelasnya semua ini rekayasa.

Foto Istimewa// pengelola Paud,Agustinus Benu//

Salah satu pengajar Paud Nunoni Sesti Dewi Benu Menjelaskan bahwa “Saya masuk mengajar 2019 dan waktu itu kami rapat bersama dan keputusan bersama kalau setiap bulan digaji 200.000,tapi kami tidak pernah dapat gaji alasan kami tidak ada SK. Karena yang dapat SK itu hanya Yusmina Benu dan Henderina Sae yang istrinya pengelolah Agus Benu itu. Dan mulai itu juga Paud tidak berjalan lagi sampai sekarang.” Ujarnya.

Lanjutnya, yang juga guru pengajar itu bahwa” Waktu pengelolah belum pindah juga Paud tidak berjalan dan herannya lagi sekiter dua minggu lalu mereka atau pengelolah minta salah satu orang tua atas nama Fince Sila uang 30.000 dengan alasan untuk mencetak ijazah buat anaknya bernama Selfi Tanaem, sedangkan itu anak sudah masuk SD (Sekolah Dasar).

Kepala Desa Meusin, Kecamatan Boking Kabupaten TTS, Paulus Silla Menyatakan bahwa “saya merasa tindakan itu memang merugikan anak-anak disini karena sejak Paud tidak aktif lagi anak-anak harus jalan sampai di Aiboni yang kurang lebih sekitar 7 sampai 8 KM. Sedangkan anak-anak yang lainnya tidak mau untuk Paud atau TK dan langsung masuk SD saja karena jarak yang begitu jauh.” Ujarnya.

Pengelolah PAUD Nunoni atas nama Agustinus Benu, S.Pd yang ditemui media ini di depan PAUD namun bersangkutan tidak berkomentar. Diketahui juga Agus Benu adalah salah satu bakal calon Kepala Desa

Masyarakat setempat merasa kecewa dengan pengelolah Agustinus Benu yang juga salah Satu Bakal Calon Desa Fatu Manufui itu. (SN).

kunjungi tik tok media halaman8

Komentar