Halaman8.com

Jujur Dan Tegas

DPRD Geram Dengan Aksi Arogansi Oknum TNI

HALAMAN8//SOE//TTS

Meski kasus dugaan penganiayaan oknum anggota TNI Kodim 1621/TTS, terhadap warga Rt03/Rw02 Kelurahan Kota SoE, Minggu (18/9) sekira pukul 19:30 Wita, dengan korban Dominggus Seko telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun kasus itu dikomentari wakil pimpinan DPRD TTS, Yusuf Nikolas Soru, saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/9).

Wakil ketua DPRD TTS, yang juga sekretaris DPC PDI Perjuangan itu rupanya geram dengan tindakan arogansi anggota TNI Kodim 1621/TTS terhadap masyarakat. Ia mengecam keras tindakan arogansi oknum TNI kodim 1621/TTS itu, lantaran tindakan arogansi TNI terhadap masyarakat, bukan pertama kali dilakukan di Kab TTS. Pasalnya pada beberapa waktu lalu, organisasi Pospera mendampingi seorang korban penganiayaan oknum TNI. Perilaku oknum TNI Kodim 1621/TTS, dinilai wakil ketua DPRD TTS itu, bertolak belakang dengan semangat TNI dalam melayani masyarakat yakni TNI sahabat rakyat, pelindung rakyat dan slogan-slogan merakyat lainnya. “Katanya TNI sahabat rakyat. TNI bersama rakyat. Tapi, kalau tindakan-tindakan arogansi seperti ini terus dilakukan oleh oknum anggota TNI terhadap rakyat, ya bagaimana?,” tanya Yusuf.

Menurut Yusuf, jika anggota TNI mendapati persoalan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), maka tentu terdapat jalur penyelesaian yang prosedural, tanpa harus bersikap arogansi terhadap rakyat. Dicontohkannya, jika anggota TNI mendapati masyarakat melakukan perbuatan melawan hukum, diadukan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum, bukan mengambil sikap main hakim sendiri seperti yang dipertontonkan oknum anggota TNI Kodim 1621/TTS terhadap rakyat. “Dandim 1621/TTS sebagai pimpinan di Kabupaten TTS, harus mampu mengendalikan anggotanya agar tidak melakukan tindakan yang tidak menjunjung tinggi hukum, karena ini negara hukum. Yang melakukan itu tentu oknum, dan tidak semua anggota TNI di TTS seperti itu, tapi tentu saja tindakan-tindakan oknum ini mencoreng institusi, sehingga ini harus segera di benahi,” tegas Yusuf

Yusuf menghimbau agar tindakan arogansi oknum anggota TNI Kodim 1621/TTS, harus segera dihentikan, namun melakukan pembinaan terhadap masyarakat dengan cara yang santun dan humanis. Apa lagi kiat-kiat TNI beberapa tahun terakhir, untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sangat luar biasa dan perlu diapresiasi. Untuk itu, jangan sampai tindakan arogansi TNI terhadap rakyat, mengurangi nilai kemasyarakatan TNI yang telah dibangun selama ini. “Sekarang TNI lakukan pelayanan terhadap masyarakat luar biasa. Dari tindakan-tindakan itu, masyarakat saat ini sangat bersahabat dengan TNI. Jadi jangan sampai tindakan arogansi oknum TNI terhadap rakyat seperti yang terjadi di TTS ini, mengurangi nilai kemasyarakatan TNI bersama rakyat, yang sudah dibangun supayah selama ini,” tandas Yusuf. (Rey)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.