Halaman8.com

Jujur Dan Tegas

Disnak TTS Jual Babi Di Atas Harga Perbup,Kadis Minta Maaf

Foto : Bukti Kwitansi Yang di dapatkan Wartawan

halaman8.com || SoE || TTS-

Di tengah sulitnya Pemerintah Kabupaten TTS mencari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang hingga 30 Agustus 2022 baru mencapai 27 miliar lebih dari target 110 miliar. Di sisi lain, terdapat dinas yang berupaya mencari keuntungan pribadi dengan aset Pemda TTS. Sesuai Hasil investigasi wartawan, tepatnya pada, Senin 12 September 2022, diketahui Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten TTS menjual pembibitan anakan babi yang adalah salah satu sumber PAD pada Dinas tersebut, di atas harga Peraturan Bupati (Perbup) yang ditetapkan. Pasalnya, sesuai Perbup Nomor 21 tahun 2018 tentang retribusi jasa usaha ditetapkan harga Rp 1 juta. Namun dalam prakteknya di dua lokasi pembibitan milik Dinas TTS yakni lokasi Nonohonis dan Noenbila ditetapkan harga Rp 1 juta tiga ratus lima puluh ribu.

Praktek tidak terpuji itu diketahui dari pengakuan sejumlah wartawan di Kabupaten TTS, yang berupaya untuk menelusuri kebenaran informasi itu, dengan membeli anakan babi di dua lokasi itu. Dion Kota wartawan suaratts.com yang juga selaku anggota Forum Wartawan (Forwan) Kabupaten TTS, mengaku membeli sejumlah anak babi di lokasi pembibitan milik Disnak Kabupaten TTS dengan harga Rp 1 juta dua ratus lima puluh ribu rupiah. Pengakuan serupa juga dikemukakan Ardi Selan yang adalah wartawan halaman8.com serta Yopy Tapenu wartawan Timor Express juga mengungkapkan hal senada, karena mereka juga pada beberapa waktu lalu, membeli anakan babi dengan nilai mark up yang ditetapkan Disnak TTS.

Foto : Harga Babi Sesuai Perbup

Atas fakta itu yang dibuktikan juga dengan kwitansi, Senin 12 September 2022 mengkonfirmasikan hal tersebut ke Kadisnak Kab TTS, drh. Dianar A. S Ati setelah disampaikan persoalan itu disertai dengan bukti kwitansi, kepala dinas sendiri  menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu,karena menurutnya hal yang dilakukan beberapa anggota Ia sendiri tidak mengetahui, bahkan Ia juga kaget atas kejadian tersebut.

Usai mengkonfirmasi, Kadis langsung memanggil 2 orang kordinator pembibitan, Yustus Neolaka dan Yakob Sanam untuk memastikan informasi tersebut,Keduanya langsung dengan spontan mengakui bahwa benar keduanya melakukan hal demikian,“benar bapak kami selama ini pasang harga begitu untuk isi minyak dan kebutuhan lainUjar Yustus

Nampak Foto:saat klarifikasi bersama Komisi II DPRD TTS

Bahkan saat itu pun Yustus Dan Yakob langsung meminta maaf dan berjanji mengembalikan uang kepada beberapa korban. Sementara korban lainnya tidak bersedia menerima pengembalian uang tersebut. Persoalan itu juga, langsung disampaikan ke Komisi II DPRD TTS. Oleh ketua Komisi II DPRD TTS, Semuel Sanam menyayangkan praktek demikian. Pasalnya pada beberapa kali pertemuan Komisi II dan mitra, termasuk Disnak TTS menyampaikan jika penjualan bibit babi dengan nilai Rp 1 juta. Namun, ternyata praktek di lapangan lain seperti yang disampaikan. Dengan adanya kejadian itu, Komisi II DPRD akan semakin memperketat pengawasan terhadap mitra dalam melaksanakan tugas. “Kami dalam beberapa kali pertemuan, dapat laporan kalau harga penjualan bibit babi, masih sesuai dengan Perbup. Tapi kok malah praktek di pangan berbeda. Ini kami sangat kecewa dengan cara kerja seperti ini, ” Ungkap Semuel yang juga ketua fraksi Demokrat itu.(Rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.